Get Adobe Flash player

English Section

Ini Dia Komandan Jet Sukhoi & F-16

     

        Anda pasti mengagumi kebolehan jet tempur Sukhoi Su-27/30 dan F-16 TNI AU yang telah berkali-kali mengukir langit, tetapi mungkin belum tahu siapa sesungguhnya pemuda tampan yang memimpin manuver-manuver ini. Mereka adalah Letkol Pnb Mochammad Untung Suropati -- Komandan Skadron Udara 11, dan Letkol Pnb Ali Sudibyo -- Komandan Skadron Udara 3.Masing-masing akan memimpin formasi lima pesawat yang akan melakukan fly-pass dalam perayaan puncak HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jum’at, 17 Agustus nanti.

        Untung Suropati, lulusan AAU 1994 bercallsign "Giant" adalah kelahiran Jakarta, 15 April 1973. Setelah menamatkan pendidikan menengah di SMA 48 Jakarta, ia sempat kuliah di Universitas Narotama, Surabaya. Dari sana, penyuka musik dan sepak bola ini kemudian mengikuti pendidikan Akademi TNI AU di Yogyakarta. Sebelum mumpuni di kokpit Sukhoi Su-27/30, suami Reri Verista Iriani ini telah lebih dulu menundukkan kokpit KT-1B, HS Hawk, dan F-5E Tiger II.

         Dalam menjalani hidup, ayah Atallasafa Zidannahdah Suropati ini dikenal pantang menyerah. "Nikmati masa muda sebaik-baiknya, namun jangan lupa siapkan diri untuk masa depan. Sesulit apa pun matematika, pasti ada rumus untuk menyelesaikan setiap perhitungannya. Demikian pula dalam kehidupan, tak ada yang sulit dan tak mungkin untuk diraih, selama kita yakin dan mampu untuk mengerjakannya," demikian ujar pelahap makanan pedas-manis ini tegas.

          Bagaimana dengan Ali Sudibyo? Sama-sama lulusan AAU 1994, pemuda kelahiran Bandung 6 Juni 1972 ini juga terbilang penerbang yang supel. Dengan wajah murah senyumnya, malah banyak yang menyangsikan kalau suami dari Ayu Dian Piamsari SH ini adalah seorang tentara. Ali yang bercallsign "Unicorn" dipercaya menjadi Komandan Skadron Udara 3 di Madiun, Jawa Timur, sejak 3 Oktober 2011. Sebelum menjadi penerbang, lulusan SMAN 10 Bandung ini menghabiskan banyak waktunya di kota yang sama, yakni di ibukota Jawa Barat tersebut.

          Kalau Untung Suropati hanya penyuka makanan pedas-manis, Ali Sudibyo yang hobi fotografi dan traveling punya sederet catatan kuliner di sakunya. Katakan saja itu  nasi kucing, nasi jotos, gudeg, soto kambing, dan nasi liwet. "Kalau soal pesan untuk teman-teman pemuda, cukup satu saja deh. Yakni, jauhkan narkoba dan berkaryalah  yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya.

          Ada sepenggal cerita menarik yang pernah diceritakan sang ayah, yakni H. Muchyar (79 tahun), tentang penerbang yang juga sarjana hukum itu ketika bertemu Angkasa di Madiun beberapa waktu lalu. "Minat Ali untuk jadi penerbang tumbuh setelah baca majalah Angkasa. Dulu saya memang sering belikan dia majalah ini, majalah Angkasa bekas, karena saya juga suka pesawat terbang," ungkap H. Muchyar sambil tertawa.

           Untuk itu,Sang Ayah mengaku terharu ketika Ali Sudibyo benar-benar tumbuh dan jadi penerbang, apalagi menjadi penerbang jet tempur yang amat dibanggakan TNI AU. (adr)

Share